Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
ReviewSep 5, '08 11:45 PM
for everyone
Category:Other
Saya mengambil suster infal pada Yayasan Citra Kartini pada tanggal 30 Agustus 2008, dengan membayar admin Rp. 750.000 dan Gaji suster 1 bualn dibayar dimuka Rp. 1.100.000. Singkat cerita pada tanggal 3 September 2008 suster tersebut (Asih) jatuh sakit sehingga harus saya larikan ke RS Pertamina karena sakit perut sampai menangis dan teriak2 dan pingsan. Saya tiba di UGD sekitar pukul 15.30, setelah keadaan tenang saya menghubungi pihak Yayasan, untuk meminta pihak Yayasan datang untuk melihat kondisi Asih. Pihak yayasan tidak menanggapi dan hanya dijawab dengan “Jika susternya sudah tidak bisa bekerja dikembalikan saja ke yayasan bu”.
Karena Asih harus di infus dan hasil darah baru bisa keluar satu stengah jam. Saya minta bantuan tenaga dari yayasan untuk menunggui Asih karena saya masih mempunyai bayi berusia 3 minggu yang harus saya susui. Telp kedua ini diangkat oleh bapak Joko, dia menjawab sedang dibicarakan dengan atasan.
Kira2 1 jam saya baru dihubungi kembali oleh pihak Yayasan dan mereka akan mengirimkan baby sitter untuk menunggui Asih, saya merasa keberatan karena saya ingin pihak yayasan yang datang. Mereka menolak. Saya minta berbicara dengan pemilik yayasan Bapak Eddy. Setelah saya jelaskan masalahnya Bapak Eddy malah bilang “Kami akan megirimkan orang untuk menunggu Asih (sesama BS) tetapi ibu harus mengganti Rp. 50.000 perhari untuk membayar org yang menunggui tsb”. Saya merasa keberatan masa saya harus membayar lagi untuk org yang menunggu. Dengan dalih ada pasal “BERKEWAJIBAN MEMBERIKAN PENGOBATAN PENUH APABILA TENAGA KERJA SAKIT, TERKECUALI TINDAKAN OPERASI DITANGGUNG OLEH KELUARGA” Yayasan merasa tidak perlu bertanggung jawab dalam bentuk apapun dalam hal ini.
Yang saya minta bukanlah bantuan materi, melainkan bantuan untuk duduk sama2 dan membicarakan bagaimana penyelesaiannya mengingat kondisi Asih cukup memprihatinkan.
Setelah hasil lab keluar dokter mengatakan Asih menderita Pangkreatitis akut yang dapat menyebabkan pangkreasnya dapat pecah sewaktu-waktu, dan kemungkinan harus dirawat di ICU. Karena sudah terlanjur kesal dengan Yayasan saya hanya memberi kabar lewat sms dan minta no telp keluarga Asih yang bisa dihubungi. Sms ini hanya dijawab “keluarga sedang dihubungi”.
Sampai Asih dipindah keruang perawatan pihak yayasan belum memberi kabar. Saya menghubungi sendiri pihak keluarga Asih, dan pada saat saya menghubungi mereka belum menerima kabar dari yayasan.

Hal ini membuat saya banyak bertanya-tanya? Apakah begini pelayanan di Yayasan sebesar Citra Kartini yang sanggup memasang iklan hampir disetiap edisi majalah Ayahbunda? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap saya sebagai konsumen? Dimana pertanggungan jawabnya terhadap Asih sebagai salah satu anggotanya? Dimana tanggung jawabnya kepada keluarga Asih? Selama percakapan saya di telp tidak ada satu patah katapun dari pihak yayasan yang menanyakan bagaimana keadaan Asih, yang mereka ributkan hanyalah masalah administrasi. Seakan-akan mereka takut harus membayar biaya pengobatan Asih dan mereka mau lepas tangan. Dimana hati nuraninya? Nyawa manusia dipertaruhkan, bagaimana saya bisa mengembalikan ke yayasan dalam keadaan seperti ini? Apakah saya kembalikan dengan ambulance? Yayasan ini menganggap enteng semuanya, manusia disamakan dengan barang.

Saya tidak minta yayasan untuk membiayai pengobatan Asih, saya hanya minta pihak yayasan untuk duduk bersama, melihat kondisi Asih, dan mencari penyelesaiannya.

Sampai hari ini baru tadi pagi pihak yayasan menghubungi saya menanyakan kondisi Asih yang sepertinya juga basa-basi, karena tidak ada respon apapun setelah saya menyatakan kondisi Asih yang cukup memprihatinkan, makan & minum melalui selang dihidung, diinfus, menggunakan kateter dan salah satu obatnya harganya 1,3jt perhari, hanya untuk satu obat, belum termasuk biaya RS, dokter, dll…

Saya hanya ingin mengingatkan kepada teman2 untuk lebih berhati-hati dalam memilih yayasan, dan mereview setiap perjanjian yang akan ditanda tangan, dengan pasal diatas pihak yayasan merasa bisa lepas tangan, padahal saya memperjakan Asih hanya sebagai infal dan dia baru bekerja dirumah saya selama 4 hari…

flower2579 wrote on Sep 8, '08
ReviewReviewReviewReview
prihatin membacanya..
ternyata..
shirly0101 wrote on Dec 30, '08
ReviewReviewReviewReview
ternyata nama yayasan yang besar gak bisa dijadikan patokan kalau yayasannya bagus yach..
irmaruslina wrote on Jan 20, '10
bunda iRa, sekarang pakai pengasuhnya ambil darimana ya? boleh tau?makasih sebelumnya
sweetgloss wrote on Mar 7, '10
wah repot sekali yah bun......parah sekali itu yayasannya hanya mau uang aja,saya sering sekali membaca yysan ini terkenal matre
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars